Drama Musikal STMANIS BINUS: Merdeka Tapi Mati, Suara Rakyat di Panggung Jakarta
- stmanisbinus
- Jul 24
- 3 min read
Saksikan "Merdeka Tapi Mati", drama musikal dari STMANIS BINUS yang mengangkat semangat juang, ketidakadilan, dan realita sosial Indonesia. Sebuah pertunjukan yang wajib ditonton!
Apa Arti Kemerdekaan Jika Kita Masih Ditekan?
Hallo Manis! Hari ini kita akan membahas mengenai Pementasan STMANIS yang ke-59 nih!! STMANIS (Seni Teater Mahasiswa Bina Nusantara) kembali menghadirkan karya luar biasa lewat pertunjukan bertajuk "Merdeka Tapi Mati" — sebuah musikal politis yang terinspirasi dari sejarah Orde Baru dan problematika sosial yang masih relevan hingga hari ini.
Ditulis oleh Wahyu Filo Gunawan, naskah ini sebelumnya berhasil meraih Juara 2 Nasional di ajang PEKSIMINAS XIII 2016. Kini, ceritanya kembali dihidupkan dalam panggung musikal penuh emosi, satire, koreografi yang kuat, dan konflik mengguncang.
Sinopsis: Perang, Pengkhianatan, dan Harapan
Kisah dibuka dengan visual teatrikal: nyanyian dan koreografi perang antara Pasukan Indonesia pimpinan Yali, melawan Pasukan Berdasi yang dipimpin Tuan Hardi — simbol tirani dan kekuasaan yang rakus.
Yali, bersama rekannya Prabu dan Liem, memperjuangkan kemerdekaan yang hakiki. Bukan dari penjajahan luar, tapi dari sistem dan kekuasaan yang menindas warganya sendiri.
Apakah mereka akan meraih kemerdekaan yang selama ini mereka perjuangkan... atau justru menyadari bahwa mereka dapat Merdeka… Tapi Mati?
Jangan lewatkan kesempatan untuk menonton cerita lengkapnya di pementasan STMANIS!
Mengapa Pementasan Ini Berbeda?
Pertunjukan ini bukan sekadar drama. Ini adalah:
Musikal satir: Setiap karakter bernyanyi dalam konflik, menambah lapisan emosional dan ironi.
Simbolisme kuat: Dari jam yang tak bergerak, bendera yang ternoda, hingga lapangan tanpa nama.
Ideologi vs Bertahan Hidup: Di panggung ini, kami pertanyakan satu hal yang tak pernah sederhana:Akankah manusia rela mengorbankan keyakinannya demi sekarung beras? Atau justru kelaparan demi mempertahankan suara nurani?
Relevansi tinggi: Isu kebebasan, rasialisme, ketimpangan, dan manipulasi media dipotret dengan tajam.
Gaya Pementasan yang Terinspirasi Riantiarno
Gaya penulisan Wahyu Filo terinspirasi oleh Bapak Teater Indonesia, Norbertus Riantiarno, menciptakan nuansa teater rakyat yang jenaka tapi menyayat.
Jika Anda menyukai karya-karya Teater Koma, maka “Merdeka Tapi Mati” adalah tontonan yang tidak boleh dilewatkan.
Pesan Moral: Kita Kalah Lagi, Kita Mati Lagi?
Lewat simbol, lagu, dan pementasan ini mengajak kita merenung:
Apakah benar kita sudah merdeka?
Siapa sebenarnya yang kita lawan?
Apakah semua ini benar-benar suara rakyat? Atau suara penguasa melalui rakyat?
Bagian akhir yang menyayat — ketika warga perlahan memilih berpihak pada penguasa — mencerminkan dilema masyarakat hari ini. Kami tak sabar mendengar bisikan manis dari para Manis. Tonton Merdeka Tapi Mati, dan jadilah bagian dari perjalanan kami — karena setiap suara kalian adalah energi untuk panggung berikutnya.
Detail Pertunjukan & Tiket
🎭 Judul: Merdeka Tapi Mati
📍 Tempat: Gedung Kesenian Jakarta
📅 Jadwal Pementasan:
1. Jumat, 21 November 2025 – 19.00 WIB
2. Sabtu, 22 November 2025 – 11.00 WIB
3. Sabtu, 22 November 2025 – 19.00 WIB
🎟️ Harga & Kategori Tiket
Penjualan Tiket Awal10 July - 24 July 2025
• Zona Sipil – Rp75.000
• Zona Aman – Rp85.000
• Zona Revolusi – Rp95.000
• Zona Penguasa – Rp120.000
Pra-Penjualan25 Juli - 31 Agustus 2025
• Zona Sipil – Rp95.000
• Zona Aman – Rp100.000
• Zona Revolusi – Rp110.000
• Zona Penguasa – Rp135.000
*Kategori tiket selanjutnya akan segera diumumkan. Follow akun resmi Instagram @STMANIS untuk jadi yang pertama tahu saat penjualannya dibuka!
🔗 Link Pemesanan: https://linktr.ee/MerdekaTapiMati2025?utm_source=qr_code
Kenapa Kamu Harus Menonton Ini?
Pementasan kali ini memainkan naskah dengan perlawanan budaya — sebuah bentuk perlawanan terhadap sistem yang membungkam, terhadap sejarah yang dibungkus propaganda, dan terhadap kehidupan yang menuntut kita untuk diam demi bertahan.
Karena ini bukan sekadar cerita tentang perang, tapi tentang bagaimana kuasa bisa membungkam nurani, bagaimana kebenaran bisa dibungkus oleh narasi, dan bagaimana rakyat sering kali jadi pion dalam permainan yang lebih besar.
Karena di atas panggung ini, kamu akan melihat — apakah idealisme masih bisa berdiri, atau justru harus berlutut di hadapan kekuasaan..
❓ FAQ
Q: Apakah pertunjukan ini terbuka untuk umum? A: Ya, acara ini terbuka untuk mahasiswa dan publik umum.
Q: Apakah saya bisa membeli tiket secara online? A: Ya, klik link berikut untuk pemesanan tiket: https://linktr.ee/MerdekaTapiMati2025?utm_source=qr_code
Q: Apakah pertunjukan ini menggunakan bahasa Indonesia? A: Ya, pertunjukan menggunakan bahasa Indonesia dengan gaya sastra teatrikal.
Q: Jika saya kelewatan Early bird (Penjualan tiket pertama), apakah bisa tetap membeli tiket? A: Ya, Pembelian tiket bisa dibeli kapan pun. Setiap waktu yang ditentukan berbeda harga yaa! Kebetulan Early Bird (Penjualan tiket pertama) itu jauh lebih murah dibandingkan waktu yang lainnya, jadi ayo beli tiket mu sekerang! Lebih cepat lebih baik.
berdiri, atau justru haru
Mari Ramaikan Panggung Perlawanan
“Merdeka Tapi Mati” bukan hanya teater. Ini adalah panggilan untuk kita semua yang merasa belum bebas sepenuhnya. Sebuah suara yang mungkin mewakili perasaanmu juga.
Jangan lewatkan. Beli tiketmu sekarang, dan saksikan suara rakyat yang bersenandung dari panggung! d
Comments