Merdeka Tapi Mati (2017)
- Gabrillia Vanesa
- Oct 10, 2017
- 2 min read
Pementasan “Merdeka Tapi Mati” merupakan pementasan ke-50 yang di adakan oleh STMANIS pada tanggal 17 dan 18 Mei 2017. Naskah pada pementasan ini merupakan karya anggota aktif STMANIS sendiri yaitu Wahyu Filo Gunawan. Ditulis dan mengambil inspirasi dari masa Orde Baru, naskah ini berhasil memenangkan juara ke-2 penulisan Lakon Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) di Kendari pada tahun 2016.
Dengan membawakan konsep musikal, yang disesuaikan dengan kondisi zaman sekarang, pementasan yang disutradarai oleh M.Aify Fauzan yang juga merupakan alumni sekaligus merupakan pelatih STMANIS ini sangat menarik minat penonton. Pementasan ini bercerita tentang adanya diskriminasi kaum minoritas yang masih kerap terjadi di negara antah-berantah, dan juga ketidakbebasan rakyat dikarenakan tekanan yang dilakukan oleh kaum elit.

Pementasan ini menceritakan tentang pertentangan antara Pasukan Antah berantah yang dipimpin oleh seorang pemuda bernama Yali (Putra Teguh), melawan pasukan berdasi yang dipimpin oleh Tuan Hardi (Wahyu Filo Gunawan). Berbagai bentuk perlawanan dilakukan oleh Yali, Prabu (Adib Firdausi) dan para warga untuk memperoleh kemerdekaan yang diharapkan mampu membebaskan mereka dari penderitaan dan perasaan tidak aman yang mereka alami.
Penyebab lain pertentangan yang dilakukan oleh Yali, Prabu dan para warga juga dikarenakan perlakuan pasukan berdasi yang di wakili oleh dua orang preman yang kerap kali datang untuk merusak warung milik Liem (Cynthia Martha Yolanda) dan mengusir Liem karena di anggap berkebangsaan lain yang akan menghancurkan negeri antah-berantah yang menurut mereka, sangat mereka cintai.

Produksi Pementasan “Merdeka Tapi Mati” ini tergolong singkat , dengan hanya memakan waktu ± 2,5 bulan.
Namun terima kasih untuk Sutradara, M.Aify Fauzan ( Bang Ojan) yang sudah bersedia untuk menyutradarai dan membimbing kami, terima kasih juga untuk Wahyu Filo Gunawan yang sudah mempercayakan STMANIS untuk mementaskan perdana Naskah “Merdeka Tapi Mati”, terima kasih untuk Bapak Erwendi dan Kak Dini Amalia yang sudah membantu tim artistik dalam merealisasikan konsep property dan makeup Pementasan “Merdeka Tapi Mati” ini.
Selain itu terima kasih juga untuk para panitia baik tim Produksi maupun Artistik, panitia hari-H dan MC yang sudah mengusahakan yang terbaik, sehingga dengan waktu yang singkat STMANIS dapat menampilkan Pementasan “Merdeka Tapi Mati” ini dengan baik.

Kami juga mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya, kepada para Sponsor (Makaroni Ngehe, GOERS, Mbok Siah dan Mawar Cathering), Media Partner( Klifonara, BinusTV dan Radio Mercu Buana), Donatur, para tamu undangan dan para penonton yang sudah hadir untuk mendukung dan menyaksikan Pementasan “Merdeka Tapi Mati” ini.


.png)



Comments